Juli 06, 2015

Kenangan Ilalang (1)


Hasil gambar untuk ilalang


...
Peluk..peluklah kami
Gemelataknya tulang dan sendi
Menahan dinginnya air mata 
Ibu pertiwi yang menghujam bagai tsunami

...
Bahkan bayi bayi melepaskan puting ibunya
...
Dinda puspita ..
Raja diraja telah merajai istana
Tiada putik tumbuh disana
Bahkan bunga sakura lepas dari mahkota
Nusantara nestapa dalam nelangsa
...
Peluk ..peluklah kami
Dinginnya mematikan rahsa..
...

Seandainya angin tak bersenandung
Andai saja gunung tak berkabung
Andai saja awan tak berkidung
Andai saja burung tak berkunjung
Andai saja waktu tak berhitung..
...andai manusia tak diam seperti patung
Dan hati berhias belatung..
....
Andai..andai....andai...
Dan diri ini hanya mampu berandai andai...
...
Maka bumi tak menggeliat seperti ini
Sesar muka tampak depan dan belakang
Patahan yang menuju 7 gunung..
Akan membawa malapetaka..
...
Aduhai..yang dipuja
Para puspita yang memiliki hati
Hiasilah nyanyian Kami
dan
Ibu pertiwi yang tersakiti
.. 
Nadanya seperti terompah langit
yang ditiup
Menggelegar seakan langit runtuh..
...
Bersujud berdoa memohon ampunanNya..
Juga langkah terus berusaha
Menenangkan murka mayapada
Semoga air tak menenggelamkan manusia
...
Mohon doa dinda puspita
Kali kedua menyambangi duka semesta
Menuju titik portal segitiga
Gunung Galunggung-Kawali-Panjalu
...
Kami akan berangkat malam ini
Dalam nestapa yang biarlah kami saja menerimanya..
...
Andai saja bumi tak berkabung
Dan langit tidak menghadirkan mendung
Ingin rasanya hati berkunjung..
Dalam doa harap
Bunga Sakura telah musimnya bersemi disana
...
Angin akan mengirimkan tangis ini
Dan kumbang2 telah mati disini
....
Tiada lagi..tiada lagi...
Sebab putik telah terapung air mata Kami
...
Tangis Kami...tangis ini..
...
Dari sanubari..

Medio, Awal Juli

Juni 29, 2015

Gending Pharmeswara






Gending Preswara dalam raga tak berkalang tanah, munuju singgasa tak bertuah. Ada banyak yg sudah berkalang tanah, merah, putih, coklat dalam batasan yang sudah memanah dalam setiap panah.
Gending Prameswara akan berbunyi besok, ketika sang fajar bersinar. Gending itu sudah kami siapkan
lalu, seiring dengan prototipe tanah.
Gending Prameswara tak akan yang bisa mencegah, bila sudah berbunyi, lekaslah beribadah
itu tanda sudah waktunya sang kala menyapa dewi durga
kala bicara dengan gending sebagai tanda
gending prameswara menjadi satu dari lima perintah
 yg sudah menjadi titah dalam setiap pepatah

Gending Prameswara sudah menjadi sedah, dalam sedu dan sada para satria dalam menghampar sajadah
gending prameswara akan mengiringi langkah, sang Batari mengemban titah
mengajak kala dalam setiap langkah menuju setiap ketetapan dalam satu tujuan perintah sang penyabda Kun Fayakun

Gending Prameswara akan mnjadi tanda berkumpulnya orang-orang dan semua makhluk yang diperintah, untuk menjejaki titah sesuai dengan kehendak yg Maha Kuasa
Gending Prameswara menjadi tanda, Widhiwasa bersabda akan bumi dalam tata kehidupan yang menyapa semua penghuninya
Gending Prameswara ada dlm setiap titah, menuju dentingan perintah Yang Maha Kuasa
Gending Prameswara akan berbunyi selama semua pasukan dalam proses pengumpulan titah 
 gending prameswara berhenti dlam titah, sesuai ijin Sang Maha Kuasa

Gending Prameswara seperti denting yang ada pada setiap makhluk untuk menetukan tujuan
gending prameswara menjadi rundayan dari selaksa keadaan
gending prameswara bagian dr kehidupan menjadi tatanan yang sesuai dengan keadaannya, seperti dalam sebuah sistem yang memang sudah ditentukam.
gending prameswara dalam setiap dentingan menjadi nyanyian alam untuk bergerak dan terus bererak
gending prameswara berada dalam titah, titah yg sudah diperintah.
gending prameswara sudah ada dalam genggaman, hanya tinggal membunyikannya
gending prameswara satu dari seribub keadaan akan berubah
gending prameswara siap untuk dibunyikan
dalam nada gending yang tak ada satu makhluk pun yg tidak mendengarnya
semua menari dan menyanyi dalam gending prameswara mengikuti sistem yang sudah ditetapkan
gending prameswara menjadi sebuah keadaan, seutuhnya bumi tidak utuh
seadanya langit bukan langit
sebisanya bergerak bukan dalam gerak
gending prameswara berada dalam lautan suka cita
sang pembawa kabar gembira akan datang dengan menyampaikan banyak cerita
Hasil gambar untuk ksatria meditasi
gending prameswara sudah berbunyi dalam lagu tak pasti
di antara jajaran planet yg dilalui
kini bumi menjadi bagian dalam tuas geding prameswara
selamat datang dalam mengemban sebuah titah
kurang menjadi karang
kurung menjadi larung
semua berada dalam gerak-Nya
sehingga tak dapat dalam pola yang tidak menjadikannya keterkaitan dalam pejalanan satu tujuan
gending prameswara ada pd setiap tahapannya
gending prameswara berbunyi dallam sunyi dan senyap
sudah dua dekade menunggu geding prameswara ditabuh untuk mengembalikan alam pada keutuhan yang seutuhnya
gending prameswra dalam ikatan tak terikat
selalu enjadi bagian yang tak terbagi
gending prameswara...
gending prameswara
 gending prameswara
tiba dan segera hadir
sudah saatnya menggerakkan bumi dalam rotasinya
gending prameswara mengabarkansemua tanda
bukan dua atau tiga
 tetapi banyak tanda yg berlimpah dalam setiap dentingannya
tetapi membahana
nyaris tak terdengar
gending prameswara suaranya mengelegar dan sunyi
suara yg menjadi suatu sistem membangkitkan yg sudah dalam kelayakannya
sehinga menjadi bagian yg tak terhingga
gending premeswara itu ada
 iya, ada
...

Mei 15, 2015

Menjemput Bunga Sakura


Hasil gambar untuk bunga sakura

Himpitan rahasia rahsa,
Nurani bersimbah air mata
Jelmakan jiwa dalam nikmat aroma
semesta bersama kidung prameswara
..
“Dimanakah dikau dinda puspita?”
Penantian tak ujung usia
Merindu, merindulah sendiri
Wangi peluhmu kesturi perindu
..
Rindu merindulah sendiri
Janjimu tidak sampai  sewindu
Kini aku hanya mengukur WAKTU
Aku hilang dalam kelebatan
Pada ujung penantian daun kesepian
Rontok dari dahan sang malam
..
Malam..oh malam..
Jangan usik gadisku
Biarkan bersama bunga sakura
Menunggu bumi terbuka
..
Lihatlah disana, ketika langit
Menjalari sang fajar
Anak-anak bertopi koran
Menyusuri pematang sungai liar

...
Malam oh malam
Jangan usik gadisku..
Biarkan ku disini menunggu pagi
..
Kutemukan diriku bersama mimpi
Dalam gundah hati dan mau mati
Anak-anak desa riang berlari
Menuai padi bertelanjang kaki
..
Malam oh malam..
Jangan usik gadisku
Kulepas sepi  anak panah
Bahkan tak dapat ku tarik kembali
..
“Dimanakah engkau dinda puspita nirvana”
Kisahkan risalah dikau berada
Adakah di kuncup matahari terbit?
Engkau menisbat sang bunga
Aku tak pernah mengerti mengapa?

..
'Bungaku tak bersemi di nusantaraku?!?'

Puspita raja merajai istana
biarkan kurangkai selaksa kata
memuja rahsa yang tak pernah sirna,
daun pandan kini jadi mahkota
kusiapkan singgasana karena yakin engkau ada
terbanglah kau bersama semilirnya angin,
beri senyum pada kasih yang tak sempat bertemu
waktu...


..
Medio, Mei