Konspirasi Cinta Sang Hafizs, Jejak Kelahiran (1)
Published Date : March 15, 2014 Author : arif-budi-utomo T erayun langkah, dan angin mengiring sang Hafizs (ketika) seruling malam, menidurkan, ilalang dalam buaian Perhatikan bintang berwarna-warni, (saat) kelalawar terbang melambung, menukik membawa tikus sawah menandakan hari mulai memasuki mimpi Berdiri Hafizs di atap jerami, sepasang kekasih mengikat janji rumput bergoyang, tak seirama, keluh juwita malam, memaksa Hafizs menghampiri “Tuan tak sedikitpun pahami WAKTU, mengapakah berani hinakan Dia ?!? “ Burung Hantu mencicit, menjauhi, terasakan hawa tak bersahabat berpusar disana “Digulirkan malam dengan siang, panas dengan dingin, suka dengan duka, riuh dengan sepi, lapar dengan kenyang. Mungkinkah diantara itu tertukar, malam terasa siang, panas terasa dingin, suka terasa duka, riuh terasa sepi, dan lapar terasa kenyang ? Mengapakah Tuan berdua saling menjanjikan MIMPI ?” +++ Dari ujung jalan kota, nampak seorang lelaki datang ...