Postingan

Bukit-bukit Pasir (2), Kelana Darma

Gambar
Bukit pasir. Terhampar dihadapan mata. Sekejapan mata kemudian menghilang. Berpindah atau kadang lenyap. Angin telah membawanya pergi bersama kisah kisah spiritual disini. Menyedihkan sekali. Kisah perjalanan spiritual yang hanya ada dan berada di alam kesadaran manusia yang mau memperhatikan kasunyatan alam ini. (Yaitu) adalah  mereka yang dengan senang hati menyelami dimensi-dimensi ini dengan kesadarannya. Sehingga meyakini dimensi ini memang ada dan sama saja berada bersama (dalam) ketiadaan. Dalam kesunyatan yang nyata. Dimensi alam-alam ini sungguh  sulit dipahami dan dimengerti. Sehingga keberadaannya lebih sering tidak dipedulikan. Keberadaan alam ini tertutup tabir realitas keriuhan dunia. Menyatu dalam kesadaran manusia itu sendiri. Maka bayangkan bagaimana menemukan keberadaan alam dimensi ini. Sementara panca indera manusia tidak mampu memindai keberadaannya. Walau  keadaan sesungguhnya sangatlah dekat dengan manusia itu sendiri. Keberadaan mereka lebi...

Bukit-bukit Pasir (1), Sang Saka

Gambar
Alam telah merenda benang-benang yang kusut. Mewujud kini dialam nyata. Menjadi bukit bukit pasir yang tinggi menjulang. Entah angin dari mana yang membawa pasir-pasir itu. Bukit pasir yang akan dengan mudahnya berpindah tempat dari satu bukit ke bukit lainnya. Dari satu tempat ke tempat lainnya.  Membentuk kesadaran yang terus menggeliat.  Esklasi kesadaran yang terus meningkat. Ranah realitas yang semakin tidak menentu. Lihatlah kedatangan para penguasa alam materi ke nusantara. Kekuatan naga dan kekuatan harimau. Kekuatan ular dan kekuatan rubah. Kekuatan hitam dan putih, kekuatan langit dan dasar bumi. Kekuatan yang akan berbenturan di negri ini. Maka kemudian lihatlah, hujan silih bergantian tak menentu. Apa yang kita saksikan yang hitam ini memerah, yang merah menggupal darah. Bagaimana dengan yang putih. “Aku kata tak berbuku.Mengerumuti  waktu. Desah resahku,  dalam rahsamu. Aku bilah sembilu . Kisahkan kalbu yang  terkoyak kata-katamu.” ...

Turunnya Orang-orang Singoshari - Palagan (2)

Gambar
Merangkai ungu pada senja kala waktu .........diam.........       .......  kutitipkan saga  karena sempit waktu menuju isya.           Kulampaui kata untuk menuju senja, meski waktu subuh terasa lama                                .... lurus...........  bergulir rahsa diam tanpa waktu dimana kita terus melangkah                      ...                          kutitipkan biru pada sendu ketika waktu begitu sempit menuju sujudku        ... ..Tuhan........             ...

Turunnya Orang-orang Singoshari - Palagan (1)

Gambar
“Aku hanyalah selembar kertas, yang kemudian akan habis kau tulisi. Pada sisi muka dan sisi belakang. Hadirku bersama masa lalu dan malam yang panjang. Dalam kisaran waktu, dalam penantian yang terbuang”. “Ranggawuni...!” Bibir itu terkatup, membisik lirih. Dalam hitungan seperkian detik. Blaaam. Kesadaran raganya menghablur. Sosok dara cantik jelita berdiri dihadapannya. Berpakaian layaknya ratu di jaman dahulu kala. Wajahnya nampak menyimpan duka yang amat dalam. Parasnya sangat cantik, anggun dan sangat halus tutur sapanya. “Mengapakah harus terulang lagi..” Tatapan nanar sepanjang kehadiran, kemasgulan  panjang,  tertahan disudut nafas. Sepertinya sosok dara itu getun sekali. Seperti tengah menyesali apa-apa yang terjadi. Mungkin dalam benaknya peristiwa di masa ini tidaklah perlu terulang kembali. Siapakah Rangawuni? Jika sosok tersebut adalah anak keturunan Ken Arok, sejarah mencatatnya sebagai sosok raja, bukanlah ratu sebagaimana tampilan sekarang i...

Kisah Spiritual; Ini Jalan Pedang

Gambar
“Jika kerinduan ini adalah  keinginan, Bagaimana aku bisa datang padamu Rinduku adalah penantian dalam kembara panjang Muara ruang dan waktu yang berujung sepi Bagaimana aku bisa ukur mampuku ? Duh, Maka katakanlah, Apa yang harus kulakukan Bila residunya saja sudah terlalu?” +++ Mas Thole mencoba mengumpulkan sisa-sisa ingatannya. Bertanya dalam hati, apakah kisahnya kali ini layak disandingkan disini. Jika muaranya akan selalu begini ini. Apa makna yang bisa dijelaskan. Memasuki lintasan dimensi sama saja dengan memasuki belantara hutan rahsa.Selalu saja menyisakan banyak misteri. Dan berjuta pertanyaan di kemudian hari. Berasal dari dimensi manakah kerinduannya kali ini? Pedarannya mampu meliputi seluruh kesadarannya. Kepada siapakah ditujukan muatan energy dan rahsa  kasihnya? Berada diujung manakah lintasan kasih. Jika tidak di alam ini, dimana lagi, kemana lagi?   Apakah itu anugrah sebuah  rahsa ataukah hanya semisal bom waktu semat...