Konspirasi Cinta Sang Hafiz;
Paparan Hati Hafiz turun dari singgasana nya Disibukan jubahnya, tidak ke barat dan tidak ke timur Pada sisian dua hati dia kesana, Disangganya langit, disibaknya samudera, Kesadaran nya menerobos Sebuah persaksian dibuka dalam majelis nya Wajah lusuh suram ujudnya maya, Seliar fatamorgana Pada kelainan hati Berdiri atas keberadaannya Di kelopak sunyi Ruam muka tersaji Nampak amarah dan sakit hati Gumpalan keinginan Goreskan sketsa wajah "Aku ingin pulang" Majelis seperti terbakar Perintahnya guncangkan langit Awan berarak senandung kan perang Angin tanah air dan api Sekejap menjejak bumi "Wahai Khalifah sunyi, lihatlah pada hati. Kering tiada bernas mimpi. Tiada tunas kebaikan disana." Tuan sungguh2 lah mengerti, Diamnya gunung adalah diamnya bara api Diamnya bumi adalah diamnya palung mati Diamnya awan adalah diamnya sumpah dan janji "Wahai Tuan darimana asalnya keinginan diri?" Bertanya Hazis, angin berkisa...