Postingan

Konspirasi Cinta Sang Hafiz;

Gambar
Paparan Hati Hafiz turun dari singgasana nya Disibukan jubahnya, tidak ke barat dan tidak ke timur Pada sisian dua hati dia kesana,  Disangganya langit, disibaknya samudera, Kesadaran nya menerobos  Sebuah persaksian dibuka dalam majelis nya Wajah lusuh suram ujudnya maya,  Seliar fatamorgana Pada kelainan hati Berdiri atas keberadaannya Di kelopak sunyi Ruam muka tersaji Nampak amarah dan sakit hati Gumpalan keinginan Goreskan sketsa wajah "Aku ingin pulang" Majelis seperti terbakar Perintahnya guncangkan langit Awan berarak senandung kan perang Angin tanah air dan api Sekejap menjejak bumi "Wahai Khalifah sunyi, lihatlah pada hati. Kering tiada bernas mimpi. Tiada tunas kebaikan disana." Tuan sungguh2 lah mengerti, Diamnya gunung adalah diamnya bara api Diamnya bumi adalah diamnya palung mati Diamnya awan adalah diamnya sumpah dan janji "Wahai Tuan darimana asalnya keinginan diri?" Bertanya Hazis, angin berkisa...

Kisah Spiritual; Jejak Bumi Jawa (2)

Gambar
“Bumiku adalah ragaku, bumiku adalah rasaku, bumiku adalah.. adalah kehidupanku. Semua adalah jiwa ragaku. Tiada awal dan akhir, bukalah kesadaranmu lahir batinmu, semua  tercipta untuk di pahami di kenali ...” Bumi Jawa kembali di goncangkan sebuah lakon sedang dimainkan oleh sang sutradara.  Di tahannya tokoh yang kontraversial mengingatkan diri kita dengan sejarah peradaban kelam anak manusia. Kita pernah mendengar di hukum matinya Al Halaj karena sebab keseleo ucap. Kita juga mendengar kisah di ekseskusinya Syech Siti Jenar karena sebab menyampaikan sesuatu keyakinannya. Semua menjalani pola dan lakon yang sama dengan lay out dan back ground peradaban yang berbeda.  Ceritanya itu itu saja. Dan kemudian kita dapat saksikan kesudahannya, jauh setelah kekuasan berganti masa. Kita lihat bersama, kemenangan bagi orang orang yang memiliki keyakinan atas dirinya dan atas  adanya kekuatan di luar dirinya yang akan membantunya. Begitulah sejarah mengajarkan k...

Kisah Spiritual; Jejak Orang-orang Atlantis (1)

Gambar
Rakhburna Hush jam Syahvaburkahi BAT 1 Rash meh ta ha kara ba jakh tu mand reh mush ham ka rash teh ma ka raj bakh tur ka jat mand shukh ra ja ka raj teh ma ka rash ham ta ka jadh bant kush me ta ka raj a yata ka. Ruj at mand ja ra ka shukh tabh rah jam kha syu rah ja harakh ta ba tar kush ham ta ka ran jat ma n aka kash ta ka rajatna meshraka taka. Jaknam bardhu syatka rahbanduka jar tat ka mush ham ru ka tuhjat bak ra syah ma shu la syah ma syah ma ku raj at ba ku ra syah ma syah ma ku raj at bakura syah ma syah ma syah ku du raj at ma jut makarash. Meshtaka syuh ma syah duru ga ram sya takh ra gakmu tashirakam. Rajnamaka sharagu syaraguka tashtahu ka rash mekala pushana jam jaraba lasyah mehtaku rajmu jat maka syah baruga kahu. Sham shah rushana jatraluka na tashuka namka rashnu kara jamjahu rashtaka rashtahu rashmi hash bakura tashbu kasyinab nu rash hu tastahu kara masyarabi. Hamtahra gitashragu tashkara yam sa yam hu yam la yam du ham kash raka lagura syathi ja...

Kisah Spritual; Yang Dalam Gengaman

Gambar
Bertahun tahun sudah menetapi perjalanan spiritual ini. Jika kemudian singgah sejenak untuk menetapkan diri dalam realitas terkini, bukanlah maksud diri menghindari panggilan Ibu pertiwi. Yah, siapakah yang tidak akan mengalami kejenuhan jika dalam waktu yang lama sekian tahun perjalanan nyatanya tidak mendapatkan apa yang diyakini, sebagaimana kisah kisah dalam mitologi. Kehidupan yang dijalani masih saja sama. Bangun pagi pergi berangkat mencari nafkah menyusuri hiruk pikuk dan dinamika kota. Berhimpitan di dalam gerbong yang penuh manusia. Hari demi berhari berganti dan berulang lagi dalam ritme yang sama. Tidak ada apa apa dalam realitas hidup itu sendiri. Maka wajar saja jika rekan seperjalananya banyak sudah yang mengundurkan diri. “Apakah yang dicari?” Mereka bertanya tak mengerti. “Benarkah ramalan kebangkitan itu akan terjadi?” Bulan tersenyum lembut diatas langit sana. “La Ilaha ilallah Allahu akbar Asyhadu alla Ilaha ilallah WA asyhadu Anna muhammadarrasulull...