Postingan

Konspirasi Cinta Hafizs, Matahari dan Rembulan

Gambar
Konspirasi Cinta Hafizs, Matahari dan Rembulan Duhai  Hafizs Matahari selewat isya Rembulan bertanya "Siapakah dia?" Malam julurkan pagi Nuansa bening menitik Singgasana peraduan tuan ditelan sepi Konspirrasi cinta Logika pada hati hamba Mengapa menangis? Yang lepas bukan cinta Yang datang bukan rasa Yang melekat bukan asa "Matahari tidaklah mendapatkan bulan"   Berjalan pada suatu masa Sejatinya jiwa muasal kata Menjaga  segala daya Rupa segala puja  Jemarimu menjelajah lupa "Apa yang mengusikmu?" Kekasih... Lihatlah keningmu tersusun guratan waktu Satu dua dan tiga.. Sedih bukan pada mata Sepi bukan pada warna Resah hanyalah penjala Begitu panorama cinta Suasana para pemuja "Konspirasi cinta, bagaimana aku membahasakannya?" Matahari menuju isya Pada suatu masa Rembulan tiada lagi bertanya.. "Disana muasal ada!' Lerengbukit 17112017

Doa Terakhir

Gambar
Doa Terakhir Hanya tinggal satu Tersisa doa kami Jatuh ke bumi Menjadi buih Matahari tak meminta Berebut manusia Kepada Tuhan dimohonkan Sisa umat terakhir Doa yang lainnya Air mata tak jelaskan Doa terakhir  Diakhiri waktu Pohon berterbangan Bumi bergetaran Manusia dalam keputusasaan Tamankembali, 25112017 Untuk Sepi Kutuliskan surat pada rindumu Ketika sunyi janjikan pagi Diantara denting lirih Sanubari mengurai janji Jauh menyelibak dedaunan Suara gemericik air Kisahkan penantian Kutuliskan surat untuk sepimu Ketika senyum tak kembali Taman Kembali 14112017 Hilangnya Waktu Waktuku tertertinggal Ketika embun jatuh di daun bambu Pengiring suara Sepasang katak diatas batu Berceletoh tentang hujan "Bukanlah tentang mendapatkan Hidup itu perihal menerima dan bertahan" Daun begesek menyanyikan lagu Ibu Nuansa kalbu irama tak tentu Sanubari teriris pilu ...

Kisah Spiritual Mawangi, Yang Hilang dan Kembali

Gambar
Kemuning mekar bersemi. Semerbak harum mewangi . Siapa yang tahu.  Kemudian jika musim  berganti,   ditelan masa. Bukankah tetap akan layu? Jangan termenung Sungai masih mengalir Daun akan berganti Bukalah jendela Dan engkau  tidaklah sendiri D uh Gusti,  Mawangi melangut dalam perjalanan menuju ke kota kelahirannya. Kerinduan atas sosok Ibu tak mampu di tahannya lagi. Daya dorong apakah yang memaksanya harus bertemu Ibu. Terbayang sepanjang perjalanan. Perhelatan akbar telah selesai, dalam alam realitas banyak orang mengagumi kemegahannya. Sebuah perhelatan yang nyaris tidak mungkin dilakukan. Bukan hanya tanah yang sakral disana, dimana perhelatan semisal itu belum pernah dilakukan sekalipun. Inilah awal dan mula. Mawangi dan rekan-rekannya seperti melakukan ‘perkosaan’ atas tanah suci. Portal meski dibuka agar kesadaran mencapai titik optimumnya. Demikian keyakinan yang terpatri, sehingga Mawangi dan rekan-rekannya nekad melakukan perhela...