Sang Guru Bumi 8; Tanda Ke Sepuluh
M empertanyakan kami seperti silogisme dalam kehidupan, yakin dan tidak, serta seperti rangkaian nasib yang bertolak belakang atau sebaliknya dengan realita yang ada. Seumpama Kami dalam hasrat yang memupuk rangkaian keduniaan, maka akan diberikan gunung emas sebagai pengganti keikhlasan, akan diberikan permata segudang sebagai pengganti keridhaan. Itulah realita yang dihadapkan seperti rangkaian tanpa seri yang terus mempertanyakan. Seumpama langit yang beratap tanpa tiang dipertanyakan, maka itu seperti berlarinya kuda ketika di dalam medan perang. Semua menjadi seolah kalut dan merasuk dengan hal-hal yang tak terukur oleh waktu dan ruang. Selamat jalan, semua berada dalam titiannya masing-masing, sehingga dalam pencapaiannya berada pada ujung kaldera yang menjadi genasti nispu niskala. Ada berbagai hal yang menjadi rencana dan terencana, semua karena Allah ta'ala Seiring waktu, maka semua berguliran dalam titian yang menjadi suatu hal yang berpadu dalam laku...