Postingan

Wasthu Kencana, Episode Seruni di Noda

Gambar
Mata Seruni diam nanar, mata yang dulu indah kini basah air mata. Telah datang penasehat Wasthu Kencana. Hadir dengan segenap amarah dan murka. Kedengkian yang dahulu membawa petaka. Telah tergoreskan dalam kancah kesadaran saat mula dibuka, nampak dalam kilasan mata,   bagaimana tragedy Pajajaran saat dihancurkan. Deru asmara cinta disana meramu, lengkap dengan pengkhianatan para hulubalang sang Raja. Sang Prabu hanya menghela nafas panjang. Entah mengapa dirinya harus melarikan diri menjauh dari kerajaan. Ulah siapa yang menghasut dirinya. Kisah ini mulai dibuka, kisah Seruni di noda. Sebagaimana putri keraton lainnya. Hidupnya hanyalah mengabdi kepada sang Maharaja Sri Baduga Niskala Wasthu Kencana. Kisah yang akan terus menyisakan pertanyaan panjang, sebab mengapa rahsa masih tertinggal dan kemudian terkoneksi ulang di jaman terkini. “Sudah 700 tahun yang lalu” Bisiknya menahan air mata yang sebentar lagi akan jebol bagai jebolnya bendungan. “Njih kula manut...

Misteri Kabut Suci Kelud (3); Kisah Kasih Sang Dewi

Gambar
“Akan kukatakan padamu, ketika kesedihan bagai tsunami menyapu?” “Akan ku kisahkan kepadamu, kenapa kebencian dan kecintaan menurun atau menyebar dan menghitamkan langit?” Marilah kita belajar dari kisah Sekartaji dan Inu Kertapati yang membuat semua makhluk menanyakan hal tersebut.  Pertanyaan sebab kenapa cinta mereka malah merampas cinta-cinta jiwa sang penghuni raga? Kisah cinta mereka yang terpisah dan bertemu menjadi lenggeda, dan bila sekarang bila mereka menyergap raga yang terlahir, abadikah cinta mereka? Sungguh pemaknaan yang sangat sulit, karena dengan menghapus ingatan, itu adalah pertanda suatu perselingkuhan terhadap yang sudah membaca? Apakah itu namanya cinta? Atau sebetulnya emosi rasa suka yang menyelimuti dengan rasa-rasa yang berbeda. Ah, Tulisan ini hanya mengejawantahkan yang ada dalam pikiran atau perbincangan ketika menanyakan semua. Agungkah cinta mereka, atau memang itu namanya cinta abadi? Dan benarkah itu cinta yang s...

Misteri Kabut Suci Kelud (2); Episode Titah Kami

Gambar
Pada waktu pemerintahan Airlangga, keadaan negara tentram, keamanan terjamin, dan negara mengalami kemajuan yang pesat. Karena raja Airlangga mempunyai 2 orang putera, maka pada akhir masa pemerintahannya ia memandang perlu membagi kerajaan menjadi dua bagian untuk diserahkan kepada kedua putranya, agar dikemudian hari tidak terjadi perebutan tahta. Pembagian itu terjadi pada tahun 1042, yaitu menjadi kerajaan Daha (Kediri) dan Kerajaan Jenggala. Kerajaan Jenggala yang berdiri pada tahun 1024 terletak di daerah delta Brantas, yaitu meliputi pesisir utara seluruhnya, dengan demikian menguasai bandar-bandar dan muara sungai besar, sedangkan ibukotanya berada di sekitar Kecamatan Gedangan sekarang. +++ Dewi Kilisuci, wajahnya memantul diatas kaca pualam. Menahan penatnya malam yang terus bergiliran menyapa dan bertanya . “Kanda bilakah sudah saatnya?” Seraut wajah muncul dalam meditasi yang hening di kala senja berganti temaram dalam sujud alam. Wajah yang yang benar-b...