Postingan

Kenangan Ilalang (1)

Gambar
... P eluk..peluklah kami Gemelataknya tulang dan sendi Menahan dinginnya air mata  Ibu pertiwi yang menghujam bagai tsunami ... Bahkan bayi bayi melepaskan puting ibunya ... Dinda puspita .. Raja diraja telah merajai istana Tiada putik tumbuh disana Bahkan bunga sakura lepas dari mahkota Nusantara nestapa dalam nelangsa ... Peluk ..peluklah kami Dinginnya mematikan rahsa.. ... S eandainya angin tak bersenandung Andai saja gunung tak berkabung Andai saja awan tak berkidung Andai saja burung tak berkunjung Andai saja waktu tak berhitung.. ...andai manusia tak diam seperti patung Dan hati berhias belatung.. .... Andai..andai....andai... Dan diri ini hanya mampu berandai andai... ... Maka bumi tak menggeliat seperti ini Sesar muka tampak depan dan belakang Patahan yang menuju 7 gunung.. Akan membawa malapetaka.. ... Aduhai..yang dipuja Para puspita yang memiliki hati Hiasilah nyanyian Kami dan Ibu pertiwi yang tersakiti ..  Nadanya ...

Gending Pharmeswara

Gambar
G ending Preswara dalam raga tak berkalang tanah, munuju singgasa tak bertuah. Ada banyak yg sudah berkalang tanah, merah, putih, coklat dalam batasan yang sudah memanah dalam setiap panah. Gending Prameswara akan berbunyi besok, ketika sang fajar bersinar. Gending itu sudah kami siapkan lalu, seiring dengan prototipe tanah. Gending Prameswara tak akan yang bisa mencegah, bila sudah berbunyi, lekaslah beribadah itu tanda sudah waktunya sang kala menyapa dewi durga kala bicara dengan gending sebagai tanda gending prameswara menjadi satu dari lima perintah  yg sudah menjadi titah dalam setiap pepatah Gending Prameswara sudah menjadi sedah, dalam sedu dan sada para satria dalam menghampar sajadah gending prameswara akan mengiringi langkah, sang Batari mengemban titah mengajak kala dalam setiap langkah menuju setiap ketetapan dalam satu tujuan perintah sang penyabda Kun Fayakun Gending Prameswara akan mnjadi tanda berkumpulnya orang-orang dan semua ...

Menjemput Bunga Sakura

Gambar
Himpitan rahasia rahsa, Nurani bersimbah air mata Jelmakan jiwa dalam nikmat aroma semesta bersama kidung prameswara .. “Dimanakah dikau dinda puspita?” Penantian tak ujung usia Merindu, merindulah sendiri Wangi peluhmu kesturi perindu .. Rindu merindulah sendiri Janjimu tidak sampai  sewindu Kini aku hanya mengukur WAKTU … Aku hilang dalam kelebatan Pada ujung penantian daun kesepian Rontok dari dahan sang malam .. Malam..oh malam.. Jangan usik gadisku Biarkan bersama bunga sakura Menunggu bumi terbuka .. Lihatlah disana, ketika langit Menjalari sang fajar Anak-anak bertopi koran Menyusuri pematang sungai liar ... Malam oh malam Jangan usik gadisku.. Biarkan ku disini menunggu pagi .. Kutemukan diriku bersama mimpi Dalam gundah hati dan mau mati Anak-anak desa riang berlari Menuai padi bertelanjang kaki .. Malam oh malam.. Jangan usik gadisku Kulepas sepi  anak panah Bahkan tak dapat ku tarik...

Kisah Spiritual, Hilang Dalam Lipatan

Gambar
Aku, insan dalam lipatan Pusaran waktu dan jelma yang terbuang Sesuatu yang menjadikan ada Maka aku ada dalam kesendirian Ada dalam tatapan, kosong dalam keadaan Menyaru dan menyatu dalam himpitan Jeda yang  hilang Sirna dalam asma-Nya … Wahai pemilik kata, pemilik puja, pemilik segala luka. Buatkanlah untukku singgasana dari rangkaian huruf agar terbaca. Betapa ramainya kesepian ini.   Ku ingin semua mengerti, “Bila tiada mendalam cinta dan kerinduan, tak akan terlalu dalam sakit yang kurasakan”. Waha pemilik asmara, pemilik kamasutra, pemiliki segala rahsa. Buatkanlah untukku peraduan dari segala duka agar teramu dan tersirat di jiwa. Betapa derita melanda bukan sebab  salahnya cinta. Ku ingin semua pahami, “Bila tiada mendalam yang kurasakan, tiadalah  dapat ku belajar mengerti betapa sulit hidup dalam peraduan rindu ini” ... “Ku khabarkan ini padamu…” Berkata sosok itu kepada Mas Thole yang sedang terlelap ses...