Postingan

Kisah Spiritual, Jalan Api Menuju Neraka

Gambar
D alam gelap pikirannya , Mas Thole berusaha mengkisahkan bagian ini. Bagian yang tidak ada apa-apa, namun jsutru akan merubah menjadi apa-apa. Jika saja dirinya salah dalam memaknai, maka sisi spiritualnya akan hilang, sebagaimana debu yang terbang dibawa angin. Hilanglah jiwa Mas Thole berganti dengan jiwa lainnya. Garis batas yang tak terlihat telah ditembus oleh Mas Thole. Dua sisi perbatasan surga dan neraka. Materialis dan spiritualis. Kafir dan beriman. Kaki Mas Thole sudah berada di tengah-tengah. Kanan berada di ruang zona beriman dan kaki kiri telah berada di zona  kafir. Sementara kesadarannya kosong saja. Tanpa ada referensi sama sekali. Hilang rasa empati, ego diri begitu kuat, masa bodoh, dan hawa-hawa setan sepertinya berusaha menariknya ke zona mereka. Dia berusaha melawan dengan  menidurkan dirinya. Berusaha menyibukkan dirinya dengan melakukan posting diskusinya dengan Ki Ageng. Sayang justru semakin menambah suasana tidak nyaman. Email Ratu Sima mengin...

Kisah Spiritual, Menjadi Iblis Atau Malaikat, Setipis Rambut Dibelah Tujuh

Gambar
Saatnya berguru kepada kematian . Ikan-ikan kecil-kecil mati, dimakan ikan-ikan besar. Ikan-ikan besar besar mati karena diperjual belikan. Itulah ulah pra spekulan menjual ikan-ikan di akuarium kehidupan. Jaman berubah tak merubah arah. Wajah berubah perilaku tak berubah. Manusia berubah-ubah, merubah wajah.  Menjadi wajah Dasamuka dalam kesehariannya. Wajah manakah yang kita suka. Wajah gahar penuh kuasa, wajah nelangsa menghiba, wajah memelas manipulatif, wajah perkasa, wajah bahagia, dan banyak lagi lainnya. Dalam diri setiap diri manusia ada makhluk raksasa dalam tampilan wajah itu semua.  Apakah ada bedanya seteleh kita tahu itu ?. Sama-sama nikmat saja, karena kita kadang suka tampilan dan aksesorisnya. Mas Thole diam mengamati, satu demi satunya bwajah-wajahnya itu. Meliputi keadaan seluruh wajah yang dimilikinya. Dia tersadar, menjadi iblis atau malaikat, sungguh setipis rambut dibelah tujuh lapisan dinding penyekatnya (hijab). Itulah keadaan dirinya dalam dua ...

Kisah Spiritual, Pengajaran Perihal Akses Berita Alam (KAMI)

Gambar
Tak ingin diakhiri bila telah dimulakan. Tak juga ingin berlari jika sudah diniatkan. Selalu saja ada yang ingin dikisahkan. Perjalanan spiritual dari hari ke hari. Mengamati keadaan diri, dan juga apa saja yang menghampiri. Walau semakin hari selalu saja masih tak mengerti. Tak mengapa, sebab rahsa tahu itu ‘ngeh’ bukan dia punya. Namun selalu saja, rahsa aku menggoda, untuk memilikinya. Menjadikan diri selalu nelangsa. Betapa tidak, disana sesuatu sekali,  ada rahsa nikmat disana meliputi, ada rahsa memiliki, dan rahsa lainnya. Namun sunggguhkah itu bukan siksa ?. Bagaimana tidak, membaca keluhan dijiwa, sebagaimana mengamati keadaan cuaca bumi, yang tidak pernah bisa kita prediksi sekarang ini. Kadan seperti badai namun terkadang tenang , sejuk, melenakan. Duh, tak ingin dilupakan jika sudah dia berikan, rahsanya yang satu begitu. Tidak mungkin keliru. Bilakah manusia tega menafikkan, mengganggap bahwa cinta begitu  tidak pernah ada. Nikmat kehidupan surga !. Bukankah ...

Kisah Spiritual, Bilakah Bidadari Mengajarkan Cinta ?

Gambar
K alau masih turun hujan ke bumi ,  jangan  pernah sangsikan bunga berkembang Kalau masih ada matahari  bersinar,  jangan pernah sangsikan kasih sayang Kalau masih biru air lautan , jangan  pernah sangsikan ikan berenang Kalau masih hijau hutan cemara,  jangan pernah sangsikan kehidupan Kalau masih ada cahaya bulan, jangan pernah sangsikan keindahan Kalau masih ada gunung yang tinggi , jangan pernah sangsikan rindu dihati Kalau masih ada burung bernyanyi, jangan pernah sangsikan cinta suci Dalam hidup ini , hanyalah nyayian hati, sendunya terasa. Menatap langit lazuardi, terpejam mata tersenyum bibirnya. Ditanyakan pada hatinya, masihkan puspita merajai singgasana. Seindah rembulan, di malam hari, terbangun sejenak, hela nafas semoga ini hanyalah fatamorgana. Barangkali dia tidak ingat lagi. Barangkali sudah ada mimpi indah lainnya. Kalau saja dia dapat dengarkan, apa tutur katanya. Hidup menjadi indah, sebab alam semesta semua d...